Permainan yang melibatkan hewan terutama permainan judi merupakan hal yang sudah lama menjadi kegiatan yang dilakukan masyarakat dunia. Bahkan  mungkin di setiap negara di dunia, kita bisa mendapatkan permainan judi yang melibatkan hewan sebagai media bermainnya. Ada beberapa jenis permainan hewan yang sangat populer baik di belahan dunia barat maupun timur. Sebut saja pacuan kuda, pacuan anjing, dan juga sabung ayam atau bisa disebut juga dengan cockfighting. Untuk nama permainan yang terakhir ini bahkan diduga dimainkan di seluruh benua. Di benua Asia sendiri setidaknya ada lima negara yang dalam sejarah tercatat memiliki budaya sabung ayam. Lima negara tersebut adalah Cina, India, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Ada beberapa ahli sejarah yang mengatakan bahwa sejarah lahirnya permainan sabung ayam ada di negara Yunani kuno dan Persia (sekarang bernama Iran). Tetapi tidak sedikit pula ahli sejarah yang mengatakan bahwa sebenarnya sejarah sabung ayam berasal dari Asia Tenggara. Untuk pendapat yang kedua ini sebenarnya cukup masuk akal mengingat betapa banyaknya masyarakat di negara-negara Asia Tenggara yang menggemari permainan sabung ayam. Bahkan di Thailand, Indonesia, dan Filipina budaya sabung ayam konon sudah dimainkan sebelum era kolonialis masuk ke Asia Tenggara (walaupun tentu saja Thailand adalah negara yang tidak pernah dijajah pada era kolonialis).

Budaya Rakyat

Kalau kita berbicara mengenai sabung ayam sebagai budaya rakyat, maka akan banyak negara yang bisa kita bedah satu-satu untuk menjelaskan budaya sabung ayam di negara masing-masing. Tapi dalam artikel ini hanya akan dibahas sabung ayam sebagai budaya rakyat dari Indonesia, Thailand dan Filipina. Kita mulai dari Indonesia terlebih dahulu.

Kapan pastinya permainan sabung ayam dimainkan di bumi Nusantara tidak pernah ada yang secara tepat bisa menjelaskan. Tapi yang jelas kalau kita melihat sejarah, maka permainan sabung ayam ini sudah menjadi permainan rakyat sejak era kerajaan Singosari. Bahkan lebih jauh lagi kalau kita membaca cerita rakyat atau folklore dari pulau Jawa maka di situ jelas diceritakan kalau permainan sabung ayam umurnya bahkan lebih tua lagi.

Pada cerita rakyat Jawa Barat kita bisa mendapati satu cerita terkenal yang berjudul “Ciung Wanara”. Cerita ini secara garis besar menceritakan sejarah terbagi duanya kerajaan Sunda Galuh. Yaitu kerajaan Sunda Galuh yang ada di barat Sungai Cipamali atau Sungai Pemali (perbatasan Brebes dan Cirebon) dan kerajaan Jawa yang ada di sisi timur sungai yang menjadi cikal bakal nenek moyang suku Jawa. Dalam cerita rakyat tersebut dituturkan kalau pangeran Ciung Wanara berhasil memenangkan sabung ayam untuk merebut separuh dari wilayah kerajaan Sunda Galuh dari Raja yang dahulu menyingkirkan ayah dan ibunya dari keraton kerajaan.

Lalu ada ada juga cerita rakyat “Kamandaka” atau “Lutung Kasarung”. Dalam cerita tersebut disampaikan ketika Raden Kamandaka sedang melarikan diri dari kejaran pasukan Adipati Kanandoho, dia diselamatkan oleh Rekajaya, seorang pemuda dari desa Panagih. Ternyata Rekajaya dan masyarakat desa Panagih tersebut diceritakan senang bermain sabung ayam. Kemudian ada cerita “Cindelaras” dari Jawa Timur yang menceritakan seorang pangeran yang dibuang ke hutan akibat kelicikan selir Raja yang ingin menjadi permaisuri. Saat itu pangeran Cindelaras berhasil kembali ke kerajaan setelah menerima tantangan bertanding sabung ayam  oleh Raja yang merupakan ayahnya. Sang Raja menjanjikan akan memberikan seluruh kekayaan pada Cindelaras apabila dia berhasil mengalahkan ayam Raja. Tetapi sebaliknya akan memenggal kepala Cindelaras apabila kalah.  Dan pada akhir cerita ayam milik Pangeran Cindelaras berhasil mengalahkan ayam milik sang Raja. Hingga akhirnya Raja mengetahui siapa sebenarnya Cindelaras. Jadi, dari tiga cerita rakyat Indonesia di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa sebenarnya permainan sabung ayam dan permainan judi sudah mendarah daging di sebagian besar masyarakat Indonesia dari zaman dahulu.

Selain menjadi permainan rakyat dan menjadi sarana berjudi, sabung ayam juga dilakukan sebagai acara ritual keagamaan. Hal ini bisa kita temui di Bali. Upacara keagamaan Hindu Bali yang diberi nama Tajen ini berasal dari budaya Tabuh Rah pada era kerajaan Majapahit. Biasanya upacara ini dilakukan pada awal bulan kesembilan kalender Hindu Bali. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk pengorbanan untuk mencegah manusia dari bala bencana dan celaka.

Beda lagi dengan sejarah yang terdapat di pulau Sulawesi. Pada zaman dahulu selain kerajaan-kerajaan kecil, terdapat dua kerajaan besar di Sulawesi. Dua kerajaan tersebut adalah Bone dan Gowa. Pada tahun 1562 Raja Gowa mengadakan kunjungan kenegaraan ke Kerajaan Bone. Saat itu Raja Gowa disambut meriah sebagai tamu negara oleh Kerajaan Bone. Raja Gowa saat itu mengajak Raja Bone untuk “Massaung Manu’” yang dalam bahasa Indonesia berarti sabung ayam. Raja Gowa saat itu bertaruh 100 keping emas sedangkan Raja Bone bertaruh penduduk satu kampung. Sabung ayam tersebut sebenarnya bukanlah sabung ayam biasa, sabung ayam tersebut sebenarnya adalah pertarungan kesaktian dan karisma antara dua raja. Pada akhir pertandingan, ayam milik Raja Gowa tewas terbunuh oleh ayam milik Raja Bone. Peristiwa tersebut dianggap sebagai peristiwa yang memalukan oleh pihak Kerajaan Gowa. Sedangkan bagi Kerajaan Bone hal tersebut meingkatkan posisi mereka secara psikologis. Setelah kejadian itu banyak kerajaan-kerajaan kecil yang menyatakan bergabung dengan kerajaan Bone tanpa paksaan ataupun invasi militer. Hal ini menunjukkan bahwa permainan sabung ayam juga menjadi sebuah budaya pollitik yang memengaruhi kehormatan sebuah kerajaan.

Hal ini tentu mirip dengan apa yang terjadi di Thailand. Menurut fakta sejarah, sabung ayam di Thailand dimulai sejak abad keenam belas. Raja Nareuseunan yang saat itu menjadi raja yang begitu dicintai di Thailand berhasil mengalahkan Pangeran Burma dalam sebuah pertarungan sabung ayam. Hal itu membawa kerajaan Thailand yang tadinya berada di bawah kekuasaan kerajaan Burma menjadi sebuah kerajaan merdeka. Setelah peristiwa ini jelas menjadikan Raja Nareuseunan menjadi raja yang semakin dicintai oleh rakyatnya. Bahkan cerita mengenai Raja Nareuseunan ini sempat diangkat ke layar lebar.

Thailand sendiri sebenarnya juga dikenal sebagai negara penghasil ayam aduan yang tangguh. Bagi para penggemar judi sabung ayam pasti sudah tidak asing lagi dengan nama ayam Panus. Ayam Panus ini merupakan salah satu jenis Ayam Bangkok yang konon tidak pernah ada tandingannya. Awal mulanya ayam Panus ini hanya diternakkan oleh pihak kerajaan saja. Tetapi ketika pihak kerajaan memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam permainan sabung ayam rakyat, permintaan akan ayam Panus dari masyarakat menjadi tinggi sebagai efek dari kagumnya mereka kepada kemampuan bertarung ayam Panus ini. Akhirnya pihak kerajaan memutuskan untuk menjual sebagian ayam Panus milik mereka ke peternak lokal dengan alasan untuk meningkatkan perekonomian rakyat kerajaan Thailand saat itu. Sebenarnya bagi yang belum biasa mengikuti permainan sabung ayam ini akan susah membedakan mana ayam Panus dan mana ayam Bangkok biasa. Tetapi bagi yang sudah biasa melihatnya maka mereka bisa membedakan dari otot-otot kekar yang terdapat di ayam Panus. Dan biasanya ayam Panus memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan ayam Bangkok biasa.

Selain di Indonesia dan Thailand, Filipina juga merupakan negara yang dikenal dengan budaya sabung ayamnya. Sabung ayam yang dalam bahasa Filipina disebut dengan Sabong merupakan permainan rakyat yang sudah ada sebelum Spanyol menjajah mereka. Pada tahun 1521 seorang pelaut Portugis yang melayani raja Spanyol bernama, Fernáo de Magalháes atau yang lebih dikenal dengan Ferdinand Magellan mendarat di Filipina. Saat itu diceritakan bahwa Magellan melihat masyarakat setempat melakukan praktik mengadu ayam di tempat-tempat seperti pasar atau sejenisnya. Sayangnya saat itu belum dijelaskan jenis ayam apa yang digunakan untuk sabung ayam tersebut. Dan juga belum disebutkan apakah pisau sudah dipasangkan pada kaki ayam seperti yang dilakukan sekarang. Tetapi dari keterangan Magellan menjelaskan permainan sabung ayam di Filipina sudah ada sebelum era kolonialisme Spanyol.

Tahun 1899 Spanyol menyerahkan Filipina kepada Amerika Serikat setelah mereka kalah perang di tahun sebelumnya. Pada masa Amerika Serikat menduduki Filipina terjadi asimilasi kebudayaan saat itu. Hobi Hackfight (sebutan sabung ayam di Amerika) yang saat itu digandrungi oleh masyarakat Amerika dibawa masuk ke Filipiina. Sebenarnya yang membedakan Sabong dengan Hackfight adalah dari jenis ayam yang digunakan saja. Hackfight menggunakan jenis ayam Texas Gamefowls, jenis ayam ini merupakan ayam yang hanya bisa dimiliki oleh kaum tertentu saja, mengingat harganya yang sangat tinggi saat itu. Hal tersebut menyebabkan banyaknya pencurian telur ayam di peternakan yang tidak memiliki sistem keamanan yang baik. Pada perkembangannya permainan sabung ayam ini justru menjadi lebih populer di Filipina dibandingkan di Amerika Serikat. Hal ini disebabkan adanya pelarangan permainan sabung ayam di Amerika Serikat karena dianggap merupakan penyiksaan hewan. Dan asimilasi budaya ini juga yang akhirnya menyebabkan ayam dari Filipina juga terkenal tangguh dalam permainan sabung ayam karena masuknya ras Texas Gamefowls ke Filipina.

Sabung ayam online

Sabung ayam sendiri sebenarnya sudah dilarang di Indonesia karena dianggap menjadi bagian dari perjudian. Hanya di Bali saja sabung ayam masih diperbolehkan untuk diadakan. Selain di Bali, biasanya para pemain sabung ayam akan sembunyi-sembunyi mengadakan sabung ayam. Dan biasanya hanya kita temui di daerah perkampungan. Padahal sebenarnya kalau dilihat dari sisi ekonominya, sabung ayam dapat meningkatkan perekonomian rakyat. Beternak ayam aduan dapat menghasilkan uang yang tidak sedikit. Apalagi kalau ayam yang mereka ternakkan sudah mampu menjuarai pertandingan-pertandingan sabung ayam yang diikuti. Harga jualnya akan meroket melebihi logika berpikir kita. Karena biasanya bagi para pencinta sabung ayam, memiliki ayam juara merupakan kebanggaan yang tidak bisa dinilai dengan uang. Itulah sebab mereka tidak memedulikan harga ketika membeli ayam juara.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, terutama teknologi komputer, internet dan penyiaran. Masyarakat Indonesia yang menjadi pencinta judi sabung ayam sudah semakin dipermudah. Mereka sekarang bisa bermain judi sabung ayam tanpa harus takut berurusan dengan hukum. Bahkan mereka bisa bermain di mana saja dengan modal yang relatif sangat kecil untuk bermain. Sekarang ini para penggemar sabung ayam bisa bermain sabung ayam online melalui komputer, laptop, atau smartphone mereka dengan dilengkapi sambungan internet.

Para penyedia jasa permainan sabung ayam online bekerja sama dengan stasiun televisi di Filipina yang menyiarkan pertandingan Sabong secara live. Dan para pemain bisa langsung menyaksikan petandingan melalui layar gadget mereka dengan cara streaming. Sabong yang dilegalkan di Filipina atau bahkan bisa dikatakan didukung oleh pemerintah Filipina dimanfaatkan oleh stasiun televisi Filipina untuk menyiarkan pertandingan sabung ayam di setiap akhir pekan. Dalam setiap penyiarannya terdapat banyak pertandingan yang disiarkan. Hal ini rupanya dianggap oleh para penyedia jasa judi online sebagai sebuah peluang bisnis. Akhirnya para penyedia jasa judi online tersebut bekerja sama dengan pihak stasiun televisi untuk menyiarkan secara streaming dengan tujuan untuk menarik para penggemar judi sabung ayam untuk bermain secara online. Tidak butuh waktu lama bagi permainan sabung ayam online untuk menjadi populer. Dalam waktu sekejap saja pemain yang berpartisipasi dalam permainan ini menjadi sangat banyak.

Kepopuleran permainan ini tentunya bukan tanpa alasan. Cara mendaftar yang mudah, modal yang sedikit, dan cara bermain yang juga mudah menjadi alasan kuat untuk menjadikannya populer. Ditambah lagi para pemain bisa melihat langsung pertandingan sabung ayam melalui layar gadget mereka secara live. Hal ini tentunya meyakinkan mereka bahwa tidak ada kecurangan dalam pertandingan tersebut. Dengan timbulnya rasa aman bahwa pertandingan ini jauh dari tindakan curang tentunya membuat para pemain berbondong-bondong berpartisipasi dalam permainan sabung ayam online ini.

Permainan sabung ayam sekarang sudah berubah menjadi sebuah permainan yang bisa dinikmati dengan cara online. Tetapi hal ini tidak mengurangi keseruan permainan yang sudah ada dari ratusan tahun lalu. Karena para pemain masih tetap bisa merasakan atmosfer keseruan pertandingan sabung ayam walaupun dari jarak jauh. Sabung ayam tetaplah sabung ayam. Sabung ayam tetap menjadi sebuah budaya rakyat yang dicintai oleh rakyat walaupun kini sudah berubah konsep menjadi permainan sabung ayam online.